Bersabarlah..
Allah tidak akan selalu memberi apa yang kau inginkan,
Tapi Allah akan selalu memberi apa yang kamu butuhkan.. Insya Allah :-)
iyaa.. saya butuh antum untuk menjadi imam ku.. hehehehe (just kidding)
Iyaa,, saya butuh beliau untuk memperbaiki skripsi saya,
Allah sengaja
mengirimkan beliau untuk ku...
Tidak lain hanya
untuk memperbaiki skripsi saya, tidak lebih..
Percayalah, ini
yang terbaik olehNya.. .
Takut, sebel,
kecewa, dan nangis yang tak terhitung berapa kali,, itulah yang saya rasakan
ketika saya tahu kalau dua temanku selesai daftar ujian sidang skripsi..
kenapa? Karena munaaqisy pastinya. Iyaa karena Munaaqisy nya..
Kenapa dari
sekian banyak teman yang ujian skripsi hanya saya yang mendapat munaaqisy
beliau? Itulah yang ada di benak saya.
Iya, saya akui
memang beliau lah yang lebih menguasai bidang penelitian ini dibandingkan dosen
lainnya. -Perfect- mungkin satu kata itulah yang membuat semua teman2 pada
takut.. termasuk saya. Hehe
Beliau sangat
berusaha untuk menerapkan “perfect” dalam penelitian, sehingga terkesan di
pandangan mahasiswa bahwa beliau menekan mahasiswa harus ini, itu, ini, itu..
tapi itulah cara beliau untuk membimbing skripsi/penelitian. Selain itu,
ke-sibuk-an beliau yang sangat super juga membuat mahasiswa nongkrong di depan
kantor berlarut2..... iya, tapi itu harus kita maklumi juga.. urusan beliau
bukan hanya kita saja..
Iya, seperti yang
saya alami sekarang ini. Ujian skripsi tanggal 23 april 2015, tapi bisa ketemu
beliau tanggal 8 mei 2015 untuk membahas revisi saya. Yeah, tepat 2 minggu saya
bingung dengan keadaan yang ada.. 2 minggu saya merevisi dengan kebingungan,
karena belum dapat arahan dari beliau. sedangkan tanggal terakhir pendaftaran
wisuda sudah semakin dekat.
Beda pandangan
antara musyrif dan munaaqisy?? Latar belakang dan instrumen dirubah??
Itu sudah hal
biasa... kata kakak2 kelas. Sudah lah, ikuti saja apa maunya munaaqisy ..
“nanti Mahmudah
kalau sudah lulus dari sini, akan mendapat 2 SKL.. yang pertama, SKL akademik.
Dan yang satunya, SKL Sabar dan Ikhlash...” itulah yang diucapkan salah satu ustadz
saya... hehe ada ada saja ustadz yang satu ini...
Tak apalah..
sabar, ikhlash, dan ni’mati saja... insya Allah manis di akhir.
Percayalah, ini
yang terbaik oleh Nya....
syukron yaa ummiy wa abiy.. wa 'aailatiy...wa asaatiidziy wa ashdiqoo_iy.....





Tidak ada komentar:
Posting Komentar